To Write is like To Breath^^

One wish that i still can't fullfill it; To be a Writer. But i do still had this wish come along in every word that i put in here. Well, better than never. Enjoy:)

Minggu, 28 Maret 2010

Episode I: Ngambek

Ngambek

Berulang kali Sofie mematut dirinya di cermin. Hemm, rasanya sudah sempurna! Jilbab pink dengan gamis Pink bunga putih pemberian Mas Danu di hari ulang tahunnya yang lalu. Sekarang, tinggal menunggu Mas Danu pulang kantor. Biasanya Mas Danu tiba di rumah tapat pukul setengah 7, dan itu berarti 5 menit lagi!

Sembari menunggu Sofie menyibukkan dirinya dengan membaca majalah muslimah yang baru dibelinya. Namun tak bisa dipungkiri, hatinya deg2an menunggu Mas Danu pulang. Sebentar2 matanya melirik jam dinding di depannya. Setengah 7 lewat 5 menit. Hemm..sebentar lagi mungkin. Setengah 7 lewat 15 menit...cemas! ahh..mungkin Mas Danu terjebak macet sedikit. Lewat 30 menit, jam 7, jam 8, jam 9...air mata mulai merebak di wajah cantik Sofie. Mas Danu keterlaluan! Dihubungi handphonenyapun tidak aktif! Padahal ini kan hari spesial mereka. Hari ulang tahun pernikahan mereka yang pertama, masa sih mas Danu bisa melupakannya? Padahal Sofie sudah dari 2 minggu yang lalu berusaha mengingatkan Mas Danu. Yah..memang secara tidak langsung, soalnya Sofie yakin Mas Danu ingat dengan janji mereka di awal pernikahan dulu, bahwa hari ulang tahun pernikahan mereka yang pertama, akan mereka rayakan dengan makan malam berdua. Dan sekarang? Bahkan Mas Danu ga ngasih kabar kenapa jam segini belum juga pulang.

Sofie ketiduran. Pukul 12 malam tiba2 ia mendengar suara pintu pagarnya dibuka. Benar saja! Mas Danu sudah pulang. Sofie tidak bergeming dari sofa. Rasanya malas sekali membukakan pintu buat suaminya itu. Hatinya kecewa, marah, kesal, sedih semuanya jadi satu!

”Assalammu’alaykum Sofie.” Mas Danu masuk sambil tersenyum. Ah, hampir saja Sofie lupa, Mas Danu punya kunci cadangan, katanya kalau pulang malam jadi Sofie ga perlu nungguin hingga larut.

”Kok belum bobo Sof? Maaf ya aku telat, tadi ada lembur dadakan. Aku juga lupa banget nelpon kamu, handphoneku juga low bat.” Mas Danu menjelaskan sambil melepas sepatunya dan kaus kakinya. Keterlaluan! Bahkan Mas Danu tidak memperhatikan dandanan Sofie yang sudah rapi jali begini. Sofie masih diam seribu bahasa. Tadinya Sofie sudah merencanakan apa saja yang bakalan ditumpahkan ke suamiya itu, namun kini kenyataannya, tak ada satu katapun yang mampu keluar dari bibir mungilnya.

”Sof, maaf ya. Aku mau langsung tidur, rasaya letih sekali. Kamu mau tidur juga kan?” Sofie mengangguk lemah.

”oh iya Sof,” ah!akhirinya mas Danu ingat!,” maaf ya, aku lupa beliin martabak telor kesukaaan kamu, padahal kamu udah mesen tiga hari yag lalu tapi aku lupa banget. Maaf ya Sof, besok deh InysaAllah.”

Martabak? Sofie tak percaya! Yang diingat suaminya malah martabak!Semangat Sofie langsung surut...digigitnya bibir bawahnya menahan kekecewaan yang teramat sangat. Mas Danu bener2 telah lupa rupanya.

Cup, Mas Danu mencium keningnya. ”Aku duluan tidur yang Sof. Kamu nyusul ya.” dan tanpa berkata apa2 lagi Mas Danu masuk ke kamar.

Uuugghhh! Mas Danu keterlaluaaannn! Sofie berteriak, namun hanya dalam hati.

Pagi2 Sofie dibangunkan oleh kecupan mesra dari Mas Danu. ” Sofie sayang, selamat ulang tahun pernikahan ya.” sofie terbangun dengan bahagia, rupanya Mas Danu hanya pura2 lupa, padahal ia ingat dan Mas Danu sudah merencanakan surprise untuk dirinya!

”Sofie juga sayang Mas, muuaacch!”

”Sof, Sofie. Kamu kenapa? Ayo bangun sudah subuh.” tiba2 Sofie merasakan pipinya ditepuk2. kaget Sofie terbangun. Lalu manyun, tersadar bahwa semuanya tadi hanya mimpi.

Pokoknya Sofie mau ngambek! Ya ngambek! Pasti efektif! Mas Danu pasti kemudian akan tersadar dan akhirnya akan ingat hari ulang tahun pernikahan mereka! Sebisa mungkin Sofie memasang muka cemberut, hal ini sulit loh! Soalnya kata Mas Danu, walaupun cemberut Sofie pasti akan terlihat tersenyum, soalnya wajah Sofie manis sekali. Sofie jadi tersenyum mengingat rayuan suaminya itu. Namun buru2 dihapusnya senyumannya itu. Pokoknya ga ada senyum manis, dan Sofie gak akan ngomong kalo ga kepaksa. Maskudnya kalo Mas Danu ga nanya, Sofie ga akan ngomong. Yah..walaupun lagi aksi ngambek, Sofie masih merasa harus menghormati suaminya, kan pengen jadi istri yang sholihah! Istri sholihah kok ngambek?....kan masih belajar...Sofie membela diri dalam batinya..hehehe.

Sofie tetap menyiapkan sarapan Mas Danu, mereka tetap sarapan bersama. Sesekali Sofie melirik ke arah suaminya. Yang di demo nampaknya ga nyadar! Mas Danu asyik aja menyuap sepiring nasi goreng kesukaannya. Sofie tambah mengkel. Bibirnya jadi tambah manyun karena kesal.

”Kok kamu diam saja sih Sof?” akhirnya sadar juga! Sofie bersorak dalam hati.” lagi sakit gigi ya? Makanya aku kan udah bilang, kamu cepet2 ke dokter gigi, biar ditambal gigi kamu yang bolong itu.”

Sofie yang sudah membuka mulutnya, jadi melongo. Sakit gigi..?oh Mas Danu....

”Ya udah, aku berangkat dulu ya sayang. InsyaAllah nanti ga lembur lagi kok. Minum obat ya Sof, biar sakit giginya reda sedikit. Nanti hari sabtu aku antar ke dokter gigi, oke?” Cup, seperti biasa Mas Danu mencium kening Sofie,” Assaammu’alaykum.”

”Wa’alaykum salam....” Sofie lemas....

”kamu juga sih Sof, udah tahu Mas Danu lupa, bukannya dingatkan, malah diambekin.” ibu tersenyum geli mendengar curahan hati Sofie yang berapi2.

Ya, saat ini Sofie sedang di rumah ibunya. Beruntung rumah Ibu ga teralu jauh dari rumahnya. Mas Danu memang sengaja memilih lokasi yang dekat dengan Ibu. Katanya, biar kalo Sofie atau ibu kangen atau kesepian mereka bisa langsung saling berkunjung.

”Ibu kok malah nyalahin Sofie sih?” Sofie manyun. Namun tangannya dengan cekatan membantu menyetak kue2 kering yang sedang dibuat ibunya. Memang terkadang ibu menerima pesanan kue kering, semenjak Ayah Sofie meninggal karena sakit 2 tahun yang lalu. ”Lumayan buat ngisi waktu senggang Sof” demikian jawab ibunya ketika suatu saat Sofie protes, karena khawatir ibunya akan kelelahan. Akhirnya Sofie mengalah, lagipula Alhamdulillah hingga saat ini ibunya masih sehat2 saja, malah Sofie jadi ketularan bisnis kue kering dengan membantu mempromosikan kue2 bikinan ibunya.

Ibu tersenyum melihat bibir Sofie yang maju 5 senti. ”Sof, manusia itukan tempatnya lupa. Ibu yakin Mas mu ga bermaksud melupakan hari jadi kalian itu. Siapa tahu dia sedang banyak pikiran, banyak kerjaan di kantornya? Mbok ya kamu saja yang mengingatkan, beres toh? Kamu jadi ga perlu ngambek2 begitu, selain ga enak dliatnya, kamu juga kan yang cape.”

”Tapi Bu, seharusnya Mas Danu ga boleh lupa! Itukan udah komitmen kita berdua waktu awal nikah dulu.” Sofie bersikeras.

”Wong kamu aja juga dulu lupa toh sama ulang tahunnya Mas mu? Tapi apa iya Mas mu marah? Ndak toh?” ibunya mencoba mengingatkan.

Sofie terdiam, kali ini dia kena batunya. Memang dia waktu itu telah melupakan ulang tahun suaminya. Percaya ga? Yang ngingetin malah ibunya sendiri! Duh, betapa malunya Sofie waktu itu kepada Mas Danu.

”Iya, tapi kan ini lain!” tandas Sofie tetap ga mau kalah. Ibunya hanya bisa menggelengkan kepala. Sofie yang anak tunggal memang manja, sekaligus keras kepala. Tapi ibunya kenal betul tabiatnya. Ibu yakin, pasti Sofie tetap memikirkan kata2nya.

Malam hari selepas sholat isya berjamaah dengan Mas Danu, Sofie duduk2 sendiri di teras rumah. Hatinya masih sedih, sepulang kantor tadi Mas Danu belum menunjukkan tanda2 bahwa dia telah ingat akan ulang tahun pernikahan mereka. Malah dengan riang gembira Mas Danu memberikan Sofie sekotak martabak telor hangat yang telah dijanjikan 3 hari sebelumnya, seakan dia telah melakukan hal yang brillian! Padahal ada

yang lebih penting dari janji martabak telor itu...sighh..Sofie jadi makin sedih.

”Aduh genduk ayu, kok ngelamun aja, lagi mikirin mamas ya?”

Tiba2 Danu sudah muncul di sampingnya merangkul mesra istri tersayangnya. Ah..Mas Danu, kenapa siy Mas lupa dengan hari jadi kita? Sofie hanya bisa membathin.

Sofie tersenyum tipis. Rupanya Danu mulai menangkap gejala ga beres pada diri istrinya. Telat euyy!

”Sofie kenapa sih Sayang? Mas perhatiin kok dari kemarin malam diam saja. Gara2 sakit gigi bukan?” terus terang Danu mulai ragu dengan teori sakit giginya itu. Karena biasanya walau sedang sakit gigi sekalipun, Sofie gak akan sediam ini. Lagian...siapa suruh nuduh...

”Sof, bicara dong. Mas jadi bingung nih..” nada khawatir dari Danu justru membuat Sofie jadi menangis. Dia terharu, karena akhirnya Danu memperhatikannya, sekaligus sebal karena suaminya telat betul menangkap signal2 darinya.

Tak disangka isakan tangis Sofie malah membuat Danu semakin panik. Memang bukan yang pertama kali Sofie nangis bombay begini. Tapi pasti ini menandakan ada sesuatu yang gawat sedang terjadi.

”Sayang Sofie, bicara dong!”

”hik..hik...Mas Danu keterlaluan...hik hik..” Sofie terisak2 berbicara.

”Loh, kenapa Sof? Mas Danu salah apa?”

”Hiik..Mas Danu benar2 ga inget ya? Hikks...”

Ga inget? Ya Allah, Danu berpikir keras. Apa yang tidak diingatnya sehinga Sofie jadi nangis bombay begini?emmm.....uang bulanan? Sudah. Ulang tahun Sofie? Sudah. Apa dong? Danu jadi frustasi. Namun tiba2 bagaikan orang yang terdasar dari amnesia Danu teringat!

”Astaghfirullah, ya Allah...Sofie sayang Mas minta maaf yaah. Kemarin kan hari ulang tahun pernikahan kita. Mas benar2 lupa. Pantas saja kamu dandan rapi. Mas baru ngeh, seharusnya kan kita makan malam diluar. Maaf ya sayang.”

”huaaaaaaa...!”entah mengapa tangis Sofie malah semakin meledak. Danu jadi kelimpungan.

”Shhh..Sayang, cup diam dong. Malu sama tetangga.” Danu panik.

”Habis...Mas Danu sih! Sofie kan sudah menanti2kan malam kemarin. Mas malah lupa sama sekali!”

” Iyaa..iya, mas tahu. Mas menyesal sekali.”

”Udah gitu, Sofie ngambek Mas juga nyuekin!” Sofie ngomel.

”Loh, jadi dari kemarin kamu ngambek toh? Aduh sayang, Mas pikir kamu beneran sakit gigi. Lagian Sofie ga keliatan ngambeknya, Sofiekan manis.” Danu merayu

”Gombal!”

”Loh, bener kok. Sekarang aja Sofie tetep manis walaupun nangis.” goda Danu

”Ih Mas Danu!” Sofie mencubit pinggang suaminya.

”Aww!! Iya, iya maaf ..hehe...bercanda sayang. Mas bener2 minta maaf ya. Kemarin itu ada proyek dadakan di kantor. Mas jadi ga konsen, mikirin proyek itu. Sofie mau kan maafin Mas?”

Sofie masih manyun. Danu tersenyum. Dia tahu Sofie sudah memaafkannya. Tiba2 Danu teringat lagi akan sesuatu.

Dengan cepat dia melesat ke dalam rumah. Tak lama ia kembali dengan sebuah kotak kecil di tangannya.

Sofie terkejut. Ya Allah, ternyata Mas Danu sudah menyiapkan kado untuknya! Bahkan Sofie ga punya apa2 buat Mas Danu. Duhh Mas Danu, sekejap Sofie sudah melupakan kekesalannya.

”Ini buat kamu. Sebenernya aku udah beli dari 2 minggu yang lalu. Memang untuk kado ulang tahun pernikahan kita. Ga tahunya malah lupa pas hari H nya..hehhehe...”

Sofie terenyuh. Perlahan dibukanya kotak tersebut, ternyata isinya gelang emas putih yang Sofie idam2kan! Mas Danu tahu betul kalo Sofie menginginkan gelang itu. Waktu itu ketika mereka berjalan2 di mall, Sofie pernah mengutarakan keinginannya, namun tak pernah menyangka kalau Mas Danu ternyata membelikan gelang itu untuknya!

”tapi Sofie ga punya apa2 buat Mas..” Sofie berkata pelan.

Cup, Danu mencium keningnya. ”Senyuman Sofie itu kado yang terindah buat Mas.”

Ahh....Mas Danu...Sofie jadi menyesal akan tingkah kekanakannya kemarin.

”Sofie minta maaf ya Mas, karena udah ngambekin Mas.”

Danu tersenyum,”Sama2 sayang. Mas juga minta maaf. Lain kali kalau ada apa2 lagsung dibicarakan saja ya. Ga usah pake ngambek. Kan kasian kamunya Sof, udah ngambek, eh...malah dicuekin sama aku..hehehhehe..”

”Ahhhh Mas Danu .”tangan lentik Sofie menggelitik pinggang suaminya. Danu yang ga tahan kalau dikelitikan spontan tertawa kegelian. Sofie merasa tidak pernah sebahagia ini. Rasanya plong sekali. Dalam hatinya ia berjanji akan selalu berkomunikasi jika ada masalah lagi. Sementara di kelamnya langit malam, bulan sabit bersinar dengan terangnya. Seakan memberikan senyumannya kepada sepasang sejoli yang sedang bercanda dengan mesranya. Aahh...cinta itu memang indah bukan..?

4 komentar:

Rini mengatakan...

Cerita ky gini, gw angkat di TVC gw nih:p

Elda mengatakan...

Huahahaha! Ini lucu!!Saya suka!:D Ayo Ra! Teruskan menulis! Sapa tau jadi buku beneran^^

DancingPen mengatakan...

@rini: TVC apaan jaay?

@Elda: hehehe..sebenarnya itu impian saya..makasih yaaa^^

aya mengatakan...

aku suka yang terakhir..yg "ngambek"..
Menarikx coz ceritax rata2 pasti pernah dan sering terjadi di sebuah keluarga..hehehe..

LAAIIIK DISSS lah Ra!! *jempol* lanjutkaaan :)

Posting Komentar